Diskusi Internal BEM FMIPA Unhas: Pengekangan Ormawa Bertajuk Draft Kemenristek Dikti

Menanggapi adanya draft Peraturan Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Perguruan Tinggi, yang telah diuji publik 15 Desember lalu berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Perwakilan Ormawa yang menghadiri pertemuan di Bekasi mempertanyakan landasan dihadirkannya draft Permen ini. Pasalnya, Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Kemendikbud 155/U/1998 yang selama ini dijadikan acuan banyak bertentangan dengan draft ini.

Menanggapi hal tersebut, BEM FMIPA Unhas melalui Bidang Riset dan Kajian Strategis gelar Diskusi Internal bertajuk “Pengekangan Organisasi Kemahasiswaan”, berlangsung di Sekretariat BEM FMIPA Unhas, Ahad (24/12).

Diskusi yang dipandu oleh Koordinator Riset dan Kajian Strategis, Muhammad Abdul, Pemantik Diskusi Ketua BEM FMIPA Unhas, Fandy Heribet Dusia dan Koordinator Eksternal, Ibrahim Kamal.

Diskusi dihadiri oleh perwakilan Himpunan Departemen selingkup KM FMIPA Unhas berlangsung selama satu jam. Hal yang dibicarakan mengenai latar belakang dibentuknya draft karena faktor kebutuhan dan amanah beberapa hasil keputusan Rebbuknas Pimpinan Bidang Kemahasiswaan se-Indonesia. Bukan merupakan kebutuhan Ormawa. Selain itu, secara Undang-Undang tidak ada aturan perundang-undangan yang mendelegasikan bahwa aturan Ormawa diatur lebih lanjut dalam Permen.

Selain itu, ruang lingkup dan hal teknis lainnya mengenai Ormawa banyak diatur oleh Pimpinan Perguruan Tinggi. Pembentukan dan pelantikan Ormawa mulai dari perencanaan Program Kerja, aturan AD/ART dan kerja kerja organisasi termasuk kapan harus memulai kepengurusan dan berakhirnya kepengurusan pun diatur secara teknis melalui draft ini.

“Paling substansial mengenai keleluasaan Ormawa dari, oleh dan untuk mahasiswa cenderung menjadi dari, oleh dan untuk Pimpinan Perguruan Tinggi dalam hal ini Rektor untuk Universitas berkat draft Permenristek Dikti
,” tutur Ketua BEM FMIPA Unhas, Fandy Heribet Dusia, Ahad (24/12)

Dengan demikian, melalui diskusi internal diharapkan draft Kementrian ini dapat dijadikan sebagai masalah bersama. Ketika selesai pembahasan secara internal KM FMIPA Unhas selanjutnya akan dibahas kembali mengenai sikap Ormawa mengenai draft ini di tingkat universitas, regional Makassar dan Nasional jika draft Kementrian sebagai masalah bersama.

(Muhammad Abdul)

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *