Sejarah

           Secara nasional, dunia pendidikan khusunya perguruan tinggi tidak terlepas dari kondisi sosial politik yang terjadi. Mulai dari Tragedi GSO (Gerakan Satu – Oktober) 1965, menyebabkan turunnya orde lama dan digantikan orde baru yang dalam perkembangannya banyak mempengaruhi progresifitas dan dinamika organisasi kemahasiswaan. Apalagi pasca kejadian Malari 1974, kebijakan rezim orde baru anti terhadap sikap kritis mahasiswa.

            Teraktualisasinya Peraturan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Kordinasi Kemahasiswaan) adalah cara rezim orde baru merefresif organisasi kemahasiswaan, dan salah satu produknya adalah merubah nama oraganisasi mahasiswa Internal, dari Dewan Mahasiswa (DEMA) 1965-1980 di ganti dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). Hal ini di karenakan kedudukan Dewan Mahasiswa pada saat itu merugikan kepentingan kekuasaan rezim orde baru secara politis, karena Dewan Mahasiswa bersikap kritis terhadap kondisi sosial masyarakat dan kebangsaan.

            Lembaga Kemahasiswaan Fakultas khususnya BEM FMIPA Unhas memiliki dinamikanya tersendiri. Berdasarkan AD/ART KM FMIPA Unhas, pada tahun 17 Agustus 1963, diresmikan Fakultas Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam (FIPPA). Diasumsikan pada tahun itu pula terbentuk organisasi kemahasiswaan. Sementara pada tahun 1996 lembaga kemahasiswaan tersebut berganti nama menjadi KM FMIPA Unhas sampai saat ini.

            KM FMIPA Unhas adalah organisasi mahasiswa tingkat fakultas di FMIPA Unhas. Dalam perkembangannya, KM ini memiliki Badan Legislatif (Majelis Permusyarawatan Mahasiswa), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan empat Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) diantaranya Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika), Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi), Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) dan Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio).

            Maperwa dipimpin oleh Ketua yang dipilih dalam sidang umum Maperwa. Sedangkan Bem dipimpin oleh Ketua Umum yang dipilih pada musyawarah Tertinggi KM FMIPA Unhas. Di tingkat HMD, memiliki lembaga eksekutif dan legislatif yang berkoordinasi langsung dengan lembaga tingkat fakultas. Konstitusi terdiri dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Format Pengaderan. Selain itu, di forum tertinggi Musyawarah Besar terdapat Rekomendasi yang bersifat Penting dan mendesak sebagai hasil saran dan masukan dari anggota KM FMIPA Unhas.

            Penerimaan anggota termuat dalam prosedur Format Pengaderan. Untuk menjadi anggota harus mengikuti prosesi penerimaan tingkat fakultas bernama Program Reformasi Pola Pikir dan Pola Sikap (Progresif). Tahap selanjutnya mengikuti penerimaan di tingkat HMD, dan pengukuhan oleh Maperwa dalam proses Inaugurasi.

            Di KM FMIPA Unhas diatur Skema Alur Pengaderan. Di tahun pertama sebagai anggota akan sepenuhnya menjadi peserta dan panitia pengukuhan (Inaugurasi), tahun kedua sebagai panitia termandat baik tingkat HMD maupun KMF, tahun ketiga sebagai Pengurus HMD, tahun keempat sebagai pengurus BEM Fakultas dan tahun kelima sebagai Maperwa. Secara singkat tiap kepengurusan diisi oleh satu angkatan tertentu, sehingga setiap periode memiliki dinamika tersendiri, Termasuk lama kepengurusan satu periode berbeda-beda.

Share this :