✨ [MIPA Literasi: Bedah Buku Part 3] ✨
“Melihat Desa dari Dekat” karya Nurhady Sirimorok

Fenomena perginya anak muda dari desa dan pertanian dapat kita lihat di mana-mana, bahkan dalam skala seluruh dunia. Remaja muda desa kian menganggap hidup di desa dan bekerja sebagai petani adalah hidup yang tidak menjanjikan.”

Membaca kutipan di atas, “Dikotomi desa dan kota kerap dipandangan begitu sederhana. Sebatas hitam-putih, maju-tertinggal, superior-inferior. Padahal, hidup di wilayah mana pun dengan karakteristik apapun, sama kompleksnya.” Lalu, bagaimana kehidupan kompleksnya di desa?

Melalui kegiatan ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas menggelar bedah buku melalui Zoom Cloud Meeting, Selasa (2/2). Mengusung buku berjudul “Melihat Desa dari Dekat”, kegiatan ini turut dihadiri pembedah sekaligus pencipta buku tersebut, Nurhady Sirimorok.

Dalam penyampaiannya, Hady mengatakan, pembuatan buku hasil penelitian di desa ini memakan waktu yang cukup lama. “Penelitian untuk membuat buku ini dimulai sejak 1997 dan akhirnya diterbitkan pada 2020,” ungkapnya.

Memakan waktu yang cukup lama, hal itu dikarenakan padatnya aktivitas Hady di kampus. Sementara penelitian mengharuskan dirinya untuk pulang balik desa dan kampus.

Hady mengatakan, pentingnya membaca buku. “Dari situ, saya banyak mengambil sebuah argumen hingga berujung pada hipotesa tentang berbagai pertanyaan menarik di desa,” jelasnya.

Setelah penelitiannya lengkap, akhirnya Hady memutuskan untuk membuatnya dalam suatu buku, buku tersebut terbit di tahun 2020 dengan judul “Melihat Desa dari Dekat”.

Present by:
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
BEM FMIPA UNHAS 2020/2021

Use Your Mind Be The Best

Share this :

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *